Faktor Penyebab Rendahnya Nilai UN

Data hasil UN tahun 2007/2008, 2008/2009, dan 2009/2010 menunjukkan bahwa pada dua Kabupaten di Jawa Barat, masih banyak siswa yang memiliki nilai ujian nasional (UN) rendah. Berdasarkan kajian empirik secara kuantitatif berhasil diidentifikasi beberapa faktor penyebab rendahnya nilian ujian nasional tersebut, yaitu:

Keterampilan Menjelaskan

Basic teaching skills: EXPLAINING. Betapapun pandainya seorang guru dalam menguasai suatu bahan pelajaran, akan sia-sia saja apabila ia kurang atau tidak mampu menguasai keterampilan menjelaskan bahan pelajaran yang dikuasainya, demikian pula sebaliknya, kurang lengkap seorang guru apabila hanya terampil menjelaskan pelajaran, tetapi tidak menguasai bahan pelajaran yang diajarkan, tentu saja idealnya adalah seorang guru menguasai bahan pelajaran yang dibinanya dan mempunyai strategi dalam menjelaskan bahan pelajaran itu secara efektif sehingga mudah dipahami siswa.

Keterampilan Menutup Pembelajaran

Basic teaching skills: CLOSURE. Mestinya pembelajaran tidak diakhiri begitu saja pada saat waktu habis atau bahkan karena kehabisan materi yang akan disampaikan. Guru harus menutup pelajaran sebaik membuka pembelajaran. Menutup pembelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar-mengajar. Usaha menuntut pelajaran itu dimaksudkan untuk memberi gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari oleh siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar-mengajar (Usman, 1994:84).

Peran Strategis Kepala Sekolah

Pakar pendidikan berpendapat, kepala sekolah merupakan tokoh kunci keberhasilan suatu sekolah. Karena itu Danim (2007:96) menyebut kepala sekolah sebagai the key person untuk membawa sekolah menjadi center of excellence dalam mencetak dan mengembangkan sumber daya manusia. Apakah sekolah itu menjadi efektif, menjadi sekolah yang sukses atau sebaliknya, semua tergantung pada peran seorang kepala sekolah. Ini berarti, profesionalisme kepala sekolah menjadi sebuah keharusan.

Merumuskan Strategi Organisasi

Dijelaskan Bateman T.S. dan Snell S.A. (2008:172),   analisis SWOT membantu manajer meringkas fakta-fakta yang relevan dan penting dari analisis eksternal dan internal yang mereka lakukan. Mereka kemudian dapat mengenali isu-isu strategis yang utama dan sekunder yang dihadapi oleh organisasi. Strategi yang kemudian dirumuskan oleh manajer itu didasarkan pada analisis SWOT untuk memanfaatkan kesempatan yang tersedia dengan cara mengeksploitasi kekuatan organisasi, menetralkan kelemahannya, dan menghadapi ancaman-ancaman potensialnya. Strategi adalah rumusan arah tindakan yang koheren.

Analisis Lingkungan Organisasi

Kesuksesan perencanaan stratejik menurut Bateman T.S. dan Snell S.A. (2008:166) bergantung pada penilaian lingkungan secara menyeluruh dan akurat, baik lingkungan eksternal maupun internal. Pearce, J.A. dan Robinson R.B. (2008:16) menjelaskan lingkungan eksternal perusahaan terdiri atas seluruh kondisi serta kekuatan yang mempengaruhi pilihan strategis dan menentukan situasi kompetitifnya. Lingkungan eksternal adalah faktor-faktor di luar kendali perusahaan yang dapat mempengaruhi pilihan arah dan tindakan, struktur organisasi, dan proses internal perusahaan.

Merumuskan Tujuan dan Sasaran Organisasi

Formulating Goals and Objectives Organization.  Sasaran (goal) menurut Hunger J.D. dan Wheelen T.L. (1996:15) adalah pernyataan terbuka yang berisi satu harapan yang akan diselesaikan tanpa perhitungan apa yang akan dicapai dan tidak ada penjelasan waktu penyelesaiannya. Misalnya sasaran komunitas bank adalah meningkatkan tingkat pengembalian.

Merumuskan Visi dan Misi Organisasi

Formulating vision and mission of the organization. Tanpa visi yang jelas menurut Rasto (2003:60) organisasi akan berjalan tanpa arah, berputar-putar tidak menuju sasaran dan akhirnya punah.  Visi merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses ledakan kreativitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut. Bahkan dikatakan Aribowo P. dan Roy S., (2002) bahwa "nothing motivates change more powerfully than a clear vision." Visi yang jelas dapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. Visi inilah yang mendorong sebuah organisasi untuk senantiasa tumbuh dan belajar, serta berkembang dalam mempertahankan survivalnya sehingga bisa bertahan sampai beberapa generasi. Visi tersebut dapat mengikat seluruh anggotanya, juga mampu menjadi sumber inspirasi dalam menjalankan tugas mereka. Oleh karena itu, visi bersama juga berfungsi membangkitkan dan mengarahkan.

Powered by WordPress | Designed by: Download Premium WordPress Themes | Thanks to Premium Themes, Domain Registration and All Premium Themes